Selasa, 04 Oktober 2011

Ketika aku merasa bahwa cinta bukan kekaguman yang menyiksa!


Mujahid…
Tiba-tiba aku merindukanmu
Seakan kau nyata di pelupuk harapku
Mujahid…
Ijinkan aku menjaga izzah untuk menemani perjuanganmu
Mujahid…
Aku ingin ungkapkan sebait kejujuran dari hati
                Kelak jika waktu itu berwujud di hadapanku
                Adakah maaf atas khilaf yang meluas banyaknya?
                Akankah kau terima aku yang jatuh bangun
                Pun untuk menata hati?
Mujahid…
Kaukah itu?
Seorang utusan yang kan warnai langitku dengan pelangi
Menjadi sahabat setia dalam taat padaNya?
Mujahid…
Andai kau tau
Entah apa dan dimana dirimu
Mungkin aku mulai menunggu
Dalam tiap do’a malu-malu kumohon hadirmu
Menjadi murabbi pribadiku, selalu!
Menerjemahkan kekanakan dan kepolosanku dengan kasih sayangmu
Menguatkan tekadku dan semua kekerasan sikap serta semangatku dengan azzam untuk melindungiku
Aku semakin berharap perjumpaan denganmu
Saat mata bahkan tak kuasa merekam sosokmu
Ketika telinga sayup merekam tiap hela nafas berisi ruh perjuanganmu
Lisan yang kemudian memintaku menemani hari yang katanya selama ini sepi
Mujahid…
Maafkan aku!
Sanggupkah semua potensi buruk ini berbuah sabarmu?
Bantu aku mengubur dalam waktu lalu, cerita-cerita pilu itu
Mujahid…
Ya! Aku menunggumu
Meski bekal seadanya dan iman yang belum pantas dibanggakan
Disini menjadi mujahidahmu, insyaALLAH ridha bersamamu meraih syahid fii sabilillah
Mujahid…
Tak baik menertawai gayaku
Jika suatu saat kau tau bahwa aku mungkin bukan impianmu
Mari bersabar
Bersama hari-hari yang berfajarkan keikhlasan
Berpagi dengan pengharapan
Berterik dengan perjuangan panjang
Bersenja dalam ketaatan
Kembali menutup tiap hati dalam rakaat-rakaat pengabdian
Mujahid…
Doakan agar jalan terjal ini bukan untuk membinasakanku
Tapi demi tangguhnya hijab seorang muslimah yang berserah dalam genggaman tangan perkasaNya
Berikan kepercayaan agar hati ini tak terbagi
Mujahid…
Untaian kata ini mendemonstrasikan azzamku
Kau yang membaca dan mendengarnya dengan jiwa
Tentu kau tak perlu mencariku
Karena aku pun begitu
Percayakan pada Rabb kita
Aku menunggumu
Meski malu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar