Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa menikah tanpa pacaran bagaikan memilih kucing dalam karung.
Tapi bagiku, menikah tanpa didampingi seorang Murabbi yang siap sedia berbagi penilaian tentang sang calon lebih dari memilih dalam karung tapi, "memilih kucing di tengah kota belantara".
Saat-saat berbagi pandangan dengan Sang Murobbi tentang seperti sang calon merupakan saat yang tak terlupakan. Aku bahkan berbagi dengan Murobbiyahku saat aku sedang istirahat di sekolah, di sela-sela waktu mengajar atau saat dalam perjalanan, di atas kereta..
Semuanya memberiku satu kesimpulan yang tak terlupakan..
Sebuah pelajaran luar biasa tentang keikhlasan dan ketaatan...
Dimana Allah menjadi saksi dan juga penjaminnya...
Dimana hasilnya aku rasakan sekarang...menjelang 2 tahun pernikahan kami...
Semakin hari, aku semakin yakin...
"saat yang tepat dengan orang yang tepat di saat kita layak mendapatkan apa yang kita cita-citakan" itu kini sudah mewujud di hadapanku.
Laki-laki yang mengisi hari-hariku kini, adalah seorang laki-laki yang kasih sayangnya sebening embun pagi, sikapnya lembut bagai kicau burung yang menyapa pagi dan hangat seperti sinar mentari pagi...meski awalnya aku menilai dia seorang laki-laki yang keras. Hanya melihat dari posturnya yang tinggi besar.
Penilaian itu lambat laun berubah, di hadapanku yang ada adalah seorang laki-laki bertanggung jawab yang penuh perhitungan, suka berdiskusi dan luas wawasannya...bahkan sebagian buku-buku favorit kami adalah judul yang sama! dan pengetahuannya jauh melebihi yang pernah aku kira...
Aku berbangga, ketika kuputuskan untuk menikah dengannya..
Meski orangtuaku pada awalnya bertanya tentang penampilannya yang terkesan sekenanya tapi setelah aku berdoa dengan tanpa pernah sekali pun menyanggah anggapan mereka, akhirnya mereka sepakat...
apalagi yang kami cari sebagai orang tua, jika bukan laki-laki shalih yang bertanggung jawab yang kan membimbing anak kami menuju bahagia bukan hanya di dunia tapi juga hingga ke surga...
Maka, 5 Oktober 2009 akad itu terucapkan...
janji suci yang bumi menjadi saksinya itu pun mengikat hati kami.
2 tahun perjalanan bersamanya membuatku ingin berucap...
Rabbi, ketika kuputuskan untuk menikah dengannya bantu aku untuk menjadi sebaik-baik teman perjuangan baginya di dunia dan bidadari yang kelak membersamainya di surga...
ijinkan kami yang lemah ini merangkai asa untuk senantiasa bersama dalam naungan cintaMu...
kekalkan ikatannya hingga keabadian di surgaMu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar